Posted by Syam | Posted in Gumam, catatan sekadarnya | Posted on 23-08-2010
Tags: Musikalisasi Sekadar Bunyi, pertanian
Pamflet Cinta Pada Empon-empon
Oo, empon-empon
Tentang rasa yang kupunya, kau abaikan saja
Oo, empon-empon,
Ku tak patah hati, meski tlah kusangka
Kau tak membalasnyaKubiarkan saja, bertumbuhlah liar
Di kebun sayurku, menarilah bersama
Kupu-kupu kuning kunyit
Hingga surya menua sendiri
Racau yang saya namai Pamflet Cinta di atas, berikut dengan musikalisasi (asal genjreng) sepanjang 2 menit 40 detik, baru saja saya tulis malam ini. Tak garang. Saya lebih nyaman menamainya marsmellow!
Saya hanya sedang terkenang petak empon-empon atau tumbuhan rimpang-rimpangan, banyak juga menggolongkannya sebagai javanese spices. Jahe dan kencur yang saya tanam. Petak itu, arah 0 derajad jika jendela dan si ijo alat saya mengetik adalah kompas. Cuma menyeberang sawah dari pondok bambu tempat saya berlindap.
Ini adalah kisah kegagalan petani malas. Awal 2008, kami berencana menandur Read the rest of this entry »

