Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 08-12-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
27. Staff Only?!?
Ada satu kesempatan, Trots menyambangi Deswah. Deswah tidak menyambutnya, seperti biasa. Janggutnya masih tetap tandus dielus-elus sembari fokus di layar komputer.
“Menyerang Dong Zhuo?” Sapa Trots.
“Hhhh… Kau lagi?!”
Kalau tidak ada pekerjaan, Deswah memang keracunan games di komputer. Koei; permainan yang diproduksi A Kou Shibusawa paling dia gemari. Itu permainan strategi perang yang diadaptasi dari Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 07-12-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
26. Cangkir Kopi di Lorong Angin dan Ideologi
Salah satunya sangkuriang project, alasan Trots menolak mendapat upah dari lembaga yang pekerjaan mengkliping dia tangani. Kesibukan mengejar dead-line disepak dari kampus membuat ia tidak dapat melakukan apa-apa, koran-koran mulai bertumpuk sesak, tidak dipotong, ditempel, tidak dipilah dan tidak dibagi ke bidang-bidang kerja yang membutuhkannya. Tidak ada yang sempat membuat analisis media, membaca kecenderungan isyu global. Trots hanya sempat untuk membaca. Tapi teman-temannya di lembaga itu mengatakan, tetap ada hak yang harus dia dapat secara rutin.
Tidak ada keringat yang mesti diganti, itu alasan Trots, hingga tak ada alasan yang cukup filosofis untuk menerima. Darimana dia akan mendapat biaya bertahan hidup, Trots mau tak mau berpikir keras. Celengan. Berapa banyak dia punya uang di celengan? Tak banyak, hanya untuk satu bulan. Sementara tulisannya mulai tidak pernah dimuat di koran-koran.
Laki-laki itu mulai menyerah dan menghadap orangtuanya untuk mendapatkan bantuan keuangan lagi. Beberapa kawan yang bersahabat dan orang-orang baik, mulai membantunya satu demi satu. Itu membuat Trots cukup tenang, Tuhan tak akan membuatnya mati konyol.
“Tak pernah ada tikus mati kelaparan, katanya dalam hati. Asal tahu dimana Tuhan menyelipkan remah-remah.” Dia tulis kalimat itu Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 06-12-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
25. The Sangkuriang Project
Cukup lama Trots tidak menyinggahi Deswah. Waktunya semakin tersita oleh Proyek Sangkuriang yang memang amat butuh konsentrasi. Menyambangi para sahabat dan komunitas lain menjadi sebuah sebuah kemewahan. Paling sering, ke kampus. Kalau tidak konsultasi, meminta-minta tanda tangan, mengejar ketertinggalan kuliah, urusan administrasi, mencari referensi, dan mengolah data, menemani beberapa kerabat yang juga seperjuangan.
Dunia Trots di satu titik di kampus adalah kantin. Melahap pindang patin dimasak ala Pegagan rasa pedas dan asam, mengangkat satu kaki di angkat ke bangku kayu, dibumbui sapaan-sapaan hangat, atau sekedar menikmati segelas kopi dan asap rokok, obrolan dari diskusi yang memecahkan otak sampai kelakar remeh, semuanya adalah kesenangan bergizi. Belakangan, di sana juga Trots melakukan barter karya sastra entah puisi entah cerita dengan satu komunitas adik-adik tingkatnya.
Selain ke kampus, dia mengendap di salah satu Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 03-12-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
24. Saiber
Tadi sore Trotsminty menerima pesan pendek di telepon selularnya. Berbunyi; keep being my friend, with a simple hug and simple smile. Simple friendship will be better with a beautiful simple love =). Pengirimnya seseorang yang mengaku bernama Mimosa. Pesan itu dikirim pada detik ke duapuluh lima menit ketigapuluh lima sebelum pukul enam sore tadi. Ini hari kesebelas di April.
Seseorang bernama Mimosa itu sedikitnya telah menjadi candu pada Trots. Hingga sesekali Trots menunggu-nunggu apakah ada pesan masuk pada halaman pribadinya di situs sajak. Sejak, tujuh sebelas duaribu dua.
“Mimosa, mimosa, kamu mengaku perempuan…”
Komunikasi di saiber dengan seorang asing memang harus belajar percaya sekaligus tidak peduli Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 01-12-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
23. Memasak Tulisan
Gerimis lebih tipis dibanding sore ketika Trostminty keluar dari rumah kost salah satu temannya yang disinggahi setepat waktu maghrib tiba. Seperti yang dia janjikan kepada Deswah, bahwa pada malam dia akan datang.
Anak laki-laki itu seperti tidak perlu terburu-buru. Hanya merapatkan jaket blue jeans yang compang dan mengenakan topi model Mao dalam-dalam. Kelihatannya dia memilih berjalan kaki. Setidaknya akan dua puluh lima menit. Jalan kaki yang singkat baginya dibanding masa kanaknya di kampung dua jam arah tenggara Palembang.
Trot sekarang berusia lebih sedikit dari Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 30-11-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
#22. Mulanya Suka-Suka
Sesekali Trotsminty memang menulis satu dua puisi dan kadangkala cerita pendek. Namun lebih banyak membuat komik. Cerita-ceritanya cerita sangat biasa. Bisa tentang sungai yang berubah warna, tentang langit yang berubah aroma, tentang hutan hujan yang menjelma ilalang, petani kemudian kehilangan kebun kemudian menjadi tukang becak, kuli angkut, penodong, pemabuk atau apa saja, tentang insinyur pertanian yang menipu petani, tentang apa saja.
Sesekali dia diundang baca puisi, seperti sore itu. Tadinya dia menulis saja, tapi teman-temannya mengatakan dia tak boleh hanya menulis, juga harus Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 29-11-2009
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
#21. No More Exploitation!!
Suatu pagi, ia lahir di bawah matahari yang bersinar lembut. Bayi pasangan mantan pedagang buah antar pulau itu dinamakan dengan Trotsminty oleh Bapaknya. Ibunya seperti tidak berwewenang untuk sekedar mengusulkan nama. Barangkali saja perempuan tua yang telah susah payah mengalirkan makanan lewat sirkuit-sirkuit di rahim yang lebih rumit dari barang elektonik itu telah merencanakan nama, atau paling tidak terlintas tentang nama calon bayinya. Bisa saja sebuah nama terilhami oleh cahaya matahari pagi, oleh kulit yang cerah, oleh rambut kemerahan lagi tipis, atau dari apa saja menyangkut rasa sakit, rasa senang, atau doa atau bunga atau oleh sekedar kepak seekor kupu-kupu.
Penamaan Trotsminty yang sering disapa singkat dengan bunyi “Trots”, hanya kebetulan. Bapaknya teringatkan satu permen rasa (pedas) mint yang populer pada satu masa. Bungkusnya kertas, dikuasai warna merah dan kuning seperti warna ang-pao, dengan gambar Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 20-10-2009

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]
#20. Just Click and…. Wow!
Adeekkkk!!!
Komputer mau kakak pakeeeekkk!
Hah, buat apaan?
Tumben?
Diam, kau.
Aku mau pacaran…
Pac … Bwahahahahahahahahahah!!!
Oy, Jomsky jeleg!…mang loe mo pacaran ma sapa? Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 19-10-2009
NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]
#19. Sebuah Wacana Menjelang Senja
Baiklah. Aku Mimosa. Gelarku Autissia. Kau siapa? Hampir separuh umurku barangkali telah kuhabiskan untuk untuk mencarimu.
Seseorang itu. The pieces of the puzzles.
Katakan saja aku masih remaja ketika aku memulainya. Mencari cinta di Read the rest of this entry »
Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 09-10-2009

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]
#18. The Puzzles
“Sesungguhnya aku percaya bahwa potongan itu telah tersedia.
Tapi dimana?
Dimana Tuhan sembunyikan dia?”
Tentulah ia sebentuk keluasan laut biru yang kelak memimpinku. Menggiringku menepi ke sebuah pulau kecil dan membangun sebentuk masyarakat baru disitu.
Ia akan menunjuk langit sembari berkata bahwa Read the rest of this entry »