Posted by Syam | Posted in catatan sekadarnya | Posted on 16-08-2010
Tags: belahan jiwa, belahan pantat
Di radio lokal, terdengar seseorang meminta diputarkan satu lagu. Biasa. Pakai titip salam titip ucapan. “Spesial untuk belahan jiwaku,” katanya.
Radio disetel kencang dari “Rumah Dua”. Pondok yang kudiami sendiri kami namai “Rumah 1″. Di pondok bilik bambu saya sedang terlibat beberapa percakapan maya pakai Yahoo! Messenger (YM!).
“Ah, belahan jiwa!” Terilhami ucapan di radio, saya ubah status YM!, jadi… “Belahan pantat, apa kabar?”
Status yang membuat saya panen protes, dikira saru. Saat suasana sedang bulan Ramadhan pula.
