<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>syam&#039;s world &#124; green but not about a colour &#187; sound likes a poem (but not!)</title>
	<atom:link href="http://syam.dusunlaman.net/category/sound-likes-apoet-but-not/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://syam.dusunlaman.net</link>
	<description>writing &#124; backpacking &#124; organicfarming</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Apr 2011 11:16:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sublimasi Ketololan</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2010/08/sublimasi-ketololan/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2010/08/sublimasi-ketololan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 16:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gumam]]></category>
		<category><![CDATA[catatan sekadarnya]]></category>
		<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[Sublimasi Ketololan
[1]
Aku adalah bocah yang ingin mengetapel jatuhkan bulan
Agar pungguk tak lagi kurang kerjaan
[SyamAR; Cibadak, 15 Jan 2010]
[2]
Semasa bocah kami kenal sejenis kumbang
Kepalanya kami puntir berpisah dengan badan
Sang Kumbang meraung macam gasing
Dalam tolol bocah, kami kira dia menari
[3]
Di kehidupan berikutnya aku jadi pacat saja
Makan, gendut, lalu puasa.
[4]
Sudah tak salah nyamuk pendemam berdarah
Tuhan tak ciptakan dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_54939" class="wp-caption alignright" style="width: 220px"><a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/01/sublimasi.jpg"><img class="size-medium wp-image-54939" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/01/sublimasi-210x300.jpg" alt="//blog.mlive.com/chronicle/2007/12/Jeff_King.jpg" width="210" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">sublimasi, image dioprek dikit dari sumber aslinya http://blog.mlive.com/chronicle/2007/12/Jeff_King.jpg</p></div>
<p>Sublimasi Ketololan</p>
<p>[1]<br />
Aku adalah bocah yang ingin mengetapel jatuhkan bulan<br />
Agar pungguk tak lagi kurang kerjaan</p>
<p>[SyamAR; Cibadak, 15 Jan 2010]</p>
<p>[2]<br />
Semasa bocah kami kenal sejenis kumbang<br />
Kepalanya kami puntir berpisah dengan badan<br />
Sang Kumbang meraung macam gasing<br />
Dalam tolol bocah, kami kira dia menari</p>
<p>[3]<br />
Di kehidupan berikutnya aku jadi pacat saja<br />
Makan, gendut, lalu puasa.</p>
<p>[4]<br />
Sudah tak salah nyamuk pendemam berdarah<br />
Tuhan tak ciptakan dia pengudap daun penggerogot buah</p>
<p>* [2], [3], [4] *<br />
[SyamAR; Ciawi, 15 Jan 2010]</p>
<p>[5]<br />
Terkenang gelak seorang sahabat,<br />
Kalau pun kami menjadi katak<br />
Dalam tempurung pun tak apa,<br />
Asal tak sendiri, selalu bersama</p>
<p>[SyamAR; LeBul, 16 Jan 2010]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2010/08/sublimasi-ketololan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyoh!</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/nyoh/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/nyoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 04:26:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Nyoh!
: Nyoh Swasthipadma
Nyoh! Aku dijangkit melow! Pinjam bahumu. Ingin kurajang sisa tangis di sana. Sebagian sudah terbuang di kamar mandi. Bercampur air rendaman pakaian berbau basi. Sebagian sepi sudah terlipati. Bertumpuk segepok lemari, terkurung kamar yang tak lagi pernah tertiduri. Sudah sukar terambil lagi. Tapi masih butuh bahumu. Kau bilang, emas bukan di puncak. Katamu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/green_energy-@dryicons.com1.png" alt="green_energy  @dryicons.com" title="green_energy  @dryicons.com" width="128" height="128" class="alignright size-full wp-image-88" />Nyoh!<br />
: Nyoh Swasthipadma</p>
<p>Nyoh! Aku dijangkit melow! Pinjam bahumu. Ingin kurajang sisa tangis di sana. Sebagian sudah terbuang di kamar mandi. Bercampur air rendaman pakaian berbau basi. Sebagian sepi sudah terlipati. Bertumpuk segepok lemari, terkurung kamar yang tak lagi pernah tertiduri. Sudah sukar terambil lagi. Tapi masih butuh bahumu. Kau bilang, emas bukan di puncak. Katamu, ia berada di ujung. Tentang itu aku tak peduli, Nyoh. Sewaktu-waktu kubutuh bahumu… tolong pinjami lagi.</p>
<p>[SyamAR; Cijapun 18 Agustus 2009]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/nyoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sst&#8230; Ada Fabel Baru!</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/sst-ada-fabel-baru/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/sst-ada-fabel-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2009 18:07:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Sst&#8230; Ada Fabel Baru!
: Frogie 
Menjadi jerapah adalah babak baru dalam fabel kodok. Sebab menjadi lembu ialah episode gagal impi katak. 
Aesop dan Nur Sutan Iskandar tenggelam pada tawa bersama di dunia yang mirip pernah ada. Kau dengar komentarnya, Frog?
Ssh&#8230; rahasia! Meski lamat, terdengar mirip sorak; 
Ini kisah baru! Layak ditunggu!
[SyamAR; LeBul, 14 Agustus 2009]
* [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/The-Frog-Who-Would-Grow-As-Big-As-The-Ox-From-Fables-By-Jean-De-La-Fontaine-1621-95-123x300.jpg" alt="The-Frog-Who-Would-Grow-As-Big-As-The-Ox,-From-Fables-By-Jean-De-La-Fontaine-1621-95" title="The-Frog-Who-Would-Grow-As-Big-As-The-Ox,-From-Fables-By-Jean-De-La-Fontaine-1621-95" width="123" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-74" /><strong>Sst&#8230; Ada Fabel Baru!</strong><br />
: Frogie </p>
<p>Menjadi jerapah adalah babak baru dalam fabel kodok. Sebab menjadi lembu ialah episode gagal impi katak. </p>
<p>Aesop dan Nur Sutan Iskandar tenggelam pada tawa bersama di dunia yang mirip pernah ada. Kau dengar komentarnya, Frog?</p>
<p>Ssh&#8230; rahasia! Meski lamat, terdengar mirip sorak; </p>
<p>Ini kisah baru! Layak ditunggu!</p>
<p>[SyamAR; LeBul, 14 Agustus 2009]<br />
* Teruslah menulis, Kawan Frog!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/sst-ada-fabel-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Catatan Pesan Pandak Selular</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/dua-catatan-pesan-pandak-selular/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/dua-catatan-pesan-pandak-selular/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 23:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Catatan Syam (1)
Ada satu pelukanku yang kuperam, kuintip  tiap malam bahwa ia hampir matang. Satu pelukan lekat dekat bayang rumah kayu bertaman kecil. Satu pelukan paling matang; untukmu.
(Syam; Prabumulih 12-12-2004/ 09:50:54 pm)
Catatan Syam (2)
Kuiris tipis bulan untuk kubawa berjalan. Simpankan tiga perempatnya, tanda mata dari langit yang menjodohkan kita.
(SyamAR; Prabumulih, 23-12-2004/ 12:57:54 am)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/secret-watch-message-www.geekologie.com-300x240.jpg" alt="secret watch message www.geekologie.com" title="secret watch message www.geekologie.com" width="300" height="240" class="alignright size-medium wp-image-67" /><strong>Catatan Syam (1)</strong></p>
<p>Ada satu pelukanku yang kuperam, kuintip  tiap malam bahwa ia hampir matang. Satu pelukan lekat dekat bayang rumah kayu bertaman kecil. Satu pelukan paling matang; untukmu.</p>
<p>(Syam; Prabumulih 12-12-2004/ 09:50:54 pm)</p>
<p><strong>Catatan Syam (2)</strong></p>
<p>Kuiris tipis bulan untuk kubawa berjalan. Simpankan tiga perempatnya, tanda mata dari langit yang menjodohkan kita.</p>
<p>(SyamAR; Prabumulih, 23-12-2004/ 12:57:54 am)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/dua-catatan-pesan-pandak-selular/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Pernah Hilang</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/yang-pernah-hilang/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/yang-pernah-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Aug 2009 09:26:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Yang Pernah Hilang!
Kutemu lagi alasan untuk belajar menulis sesuatu. Entah apa namanya. Saat televisi menjadi teroris, teroris menjadi bintang, para bintang sibuk menyundut bom cerai, panjang gigi pendiskusi, cangkir kopi diseduh puisi.
[SyamAR; LeBul, 13 Agustus 2009]
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/secangkir-puisi-hangat-@syam.dusunlaman.net-300x234.jpg" alt="secangkir puisi hangat @syam.dusunlaman.net" title="secangkir puisi hangat @syam.dusunlaman.net" width="300" height="234" class="alignleft size-medium wp-image-61" /><strong>Yang Pernah Hilang!</strong></p>
<p>Kutemu lagi alasan untuk belajar menulis sesuatu. Entah apa namanya. Saat televisi menjadi teroris, teroris menjadi bintang, para bintang sibuk menyundut bom cerai, panjang gigi pendiskusi, cangkir kopi diseduh puisi.</p>
<p>[SyamAR; LeBul, 13 Agustus 2009]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/yang-pernah-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Depan Rumah Kami Ada ITC</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/51/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/51/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 17:43:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Di Depan Rumah Kami Ada ITC.
Di depan rumah ada kami ada ITC. Orang Jerman yang benci dengan kesebelasan Italia tak berbelanja di sini. Bukan karena ada Pizza Hut. Film bajakan bertebaran seperti bom kuning Amerika Serikat. Di atasnya ada apartemen. Bel parkirnya membolongi kasur kami. Aroma uang kembalian yang lecek lamat-lamat terseduh kopi.
Tadi malam di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/scary-low-prices-@images.google.co.id-202x300.jpg" alt="scary low-prices @images.google.co.id" title="scary low-prices @images.google.co.id" width="202" height="300" class="alignright size-medium wp-image-52" /><strong>Di Depan Rumah Kami Ada ITC.</strong></p>
<p>Di depan rumah ada kami ada ITC. Orang Jerman yang benci dengan kesebelasan Italia tak berbelanja di sini. Bukan karena ada Pizza Hut. Film bajakan bertebaran seperti bom kuning Amerika Serikat. Di atasnya ada apartemen. Bel parkirnya membolongi kasur kami. Aroma uang kembalian yang lecek lamat-lamat terseduh kopi.</p>
<p>Tadi malam di dekat rumah ada dangdutan. Entah hajat sunatan, entah kawinan. Buruh bangunan yang tak pernah membeli sebatang rokok di Carrefour tenggelam dalam keriaan tanpa label harga. Tenggelam dalam secangkir air di genangan Sahara.</p>
<p>[Syam Asinar Radjam: Jakarta, 8 Juli 2006]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/51/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan I</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/catatan-i/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/catatan-i/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 17:32:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[Catatan I
Mengenangkan saudara di puncak Sumatera,
Aku, beta, dan saya ingin berdoa
Sendirian saja
Takut salah gaya
[SyamAR; Stasiun Gambir, 8 Januari 2004]
*pernah diajukan untuk sebuah antologi untuk bencana tsunami aceh*
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/aceh-tsunami01-@anwariksono.files.wordpress.com-300x201.jpg" alt="aceh-tsunami01 @anwariksono.files.wordpress.com" title="aceh-tsunami01 @anwariksono.files.wordpress.com" width="300" height="201" class="alignright size-medium wp-image-49" /><strong>Catatan I</strong></p>
<p>Mengenangkan saudara di puncak Sumatera,<br />
Aku, beta, dan saya ingin berdoa<br />
Sendirian saja<br />
Takut salah gaya</p>
<p>[SyamAR; Stasiun Gambir, 8 Januari 2004]<br />
*pernah diajukan untuk sebuah antologi untuk bencana tsunami aceh*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/catatan-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pagi Baru</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/pagi-baru/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/pagi-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 17:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[PAGI BARU
Sajak Syam Asinar Radjam
Sudah waktunya mengemasi rupa-rupa duka
Setelah tangan-tangan cahaya
Meraih tangan orang-orang terpilih
Merengkuhnya dan mereka menari
Berselancar di atas buih
Tenang dan tak akan kembali
Sudah waktunya mengemasi rupa-rupa ratap
Setelah tangan-tangan cahaya datang bersama laut yang meluap
Anak-anak tetap harus melukis pelangi
Selengkung senyum secerah biru
Si Muda tetap akan berdiri
Di tenang pagi baru
[Syamar, Kebayoran Baru, 10 Janauari 2004]
*pernah diajukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/daile_new_morning_landscape_web-@-www.gregkucera.com-300x274.jpg" alt="daile_new_morning_landscape_web @ www.gregkucera.com" title="daile_new_morning_landscape_web @ www.gregkucera.com" width="300" height="274" class="alignright size-medium wp-image-46" />PAGI BARU<br />
Sajak <strong>Syam Asinar Radjam</strong></p>
<p>Sudah waktunya mengemasi rupa-rupa duka<br />
Setelah tangan-tangan cahaya</p>
<p>Meraih tangan orang-orang terpilih<br />
Merengkuhnya dan mereka menari<br />
Berselancar di atas buih<br />
Tenang dan tak akan kembali</p>
<p>Sudah waktunya mengemasi rupa-rupa ratap<br />
Setelah tangan-tangan cahaya datang bersama laut yang meluap</p>
<p>Anak-anak tetap harus melukis pelangi<br />
Selengkung senyum secerah biru<br />
Si Muda tetap akan berdiri<br />
Di tenang pagi baru</p>
<p>[Syamar, Kebayoran Baru, 10 Janauari 2004]<br />
*pernah diajukan untuk sebuah antologi untuk bencana tsunami aceh*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/pagi-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Deadline</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/37/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/37/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 15:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Sajak Syam Asinar Radjam
Ketika deadline sempat mengerjap dari terjaga yang panjang, sebuah buku puisi menyeretku untuk menyelinap ke tengah pendar lampu ojek. Bung, sekarang waktunya untuk sejenak meninggalkan bergelas-gelas kopi yang menyamar dalam tonikum! Menyingkir sejenak menjauhi tempias asap dari ritual bersama berbatang-batang Dji Sam Soe dalam kantuk yang merindukan lindap tajuk-tajuk kebun karet.
Maka berjalanlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/Deadline1-300x292.jpg" alt="Deadline" title="Deadline" width="300" height="292" class="alignright size-medium wp-image-42" />Sajak <strong>Syam Asinar Radjam</strong></p>
<p>Ketika <em>deadline</em> sempat mengerjap dari terjaga yang panjang, sebuah buku puisi menyeretku untuk menyelinap ke tengah pendar lampu ojek. Bung, sekarang waktunya untuk sejenak meninggalkan bergelas-gelas kopi yang menyamar dalam tonikum! Menyingkir sejenak menjauhi tempias asap dari ritual bersama berbatang-batang Dji Sam Soe dalam kantuk yang merindukan lindap tajuk-tajuk kebun karet.</p>
<p>Maka berjalanlah aku mengepit Taufik Wijaya dan Anwar Putra Bayu di ketiak. Mereka mesra berpeluk bersama 29 penyair dunia yang sempat menjilat kemolekan Musi. </p>
<p>Siang di kantor masih akan terus berlangsung 36 jam lagi. Matahari mengalir dari lubang kupingku. Kecanggungan meninggalkan rekan sekantor terfermentasi rasa rindu menjenguk kontrakan. Aku ingin melihat istriku berenang dalam kuah siomai!</p>
<p>* * *<br />
[Syam Asinar Radjam: Jakarta, 7 Juli 2006]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/37/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dyah Nyiur, Anak Perempuan Kami</title>
		<link>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/dyah-nyiur-anak-perempuan-kami/</link>
		<comments>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/dyah-nyiur-anak-perempuan-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 14:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Syam</dc:creator>
				<category><![CDATA[sound likes a poem (but not!)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://syam.dusunlaman.net/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[
Dyah Nyiur, anak perempuan pertama kami yang belum dibuat. Kemaluanku juga belum kugesekkan pada mesin auto-debet. Jangan cuma jadi perempuan. Matahari mulai sukar membentuk bayang-bayang. Jemuran basah diam saja. Angin hanya tertiup bersama genangan karbon dari knalpot. Dyah nyiur, anak perempuan pertama yang belum kami buat. Jika laut bernasib baik, anak kami akan lahir di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-medium wp-image-32" title="mother_dev03 @ eddycrosby.com" src="http://syam.dusunlaman.net/wp-content/uploads/2009/08/mother_dev03-@-eddycrosby.com-300x199.jpg" alt="mother_dev03 @ eddycrosby.com" width="300" height="199" /></p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">Dyah Nyiur, anak perempuan pertama kami yang belum dibuat. Kemaluanku juga belum kugesekkan pada mesin auto-debet. Jangan cuma jadi perempuan. Matahari mulai sukar membentuk bayang-bayang. Jemuran basah diam saja. Angin hanya tertiup bersama genangan karbon dari knalpot. Dyah nyiur, anak perempuan pertama yang belum kami buat. Jika laut bernasib baik, anak kami akan lahir di tepiannya. Mengajarinya berenang dan mengirim pesan dalam botol. Ibunya, istriku, bingung mengajarinya memasak dan menyulam. Jika pagi bernasib baik, anak kami akan lahir bersama matahari. Segera mandi, kata ibunya. Taburkan bedak di ketiak. Buang iklan gincu itu, kataku. Kalau kami yang beruntung, Dyah Nyiur adalah satu dari 999 saudara sedaging yang tertendang ibunya.</div>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 0px; width: 1px; height: 1px; overflow-x: hidden; overflow-y: hidden;">(Permata Hijau Jakarta, 29 April 2004)</div>
<p>Sajak: <strong>Syam Asinar Radjam</strong></p>
<p>Dyah Nyiur, anak perempuan pertama kami yang belum dibuat. Kemaluanku juga belum kugesekkan pada mesin auto-debet. Jangan cuma jadi perempuan. Matahari mulai sukar membentuk bayang-bayang. Jemuran basah diam saja. Angin hanya tertiup bersama genangan karbon dari knalpot. Dyah nyiur, anak perempuan pertama yang belum kami buat. Jika laut bernasib baik, anak kami akan lahir di tepiannya. Mengajarinya berenang dan mengirim pesan dalam botol. Ibunya, istriku, bingung mengajarinya memasak dan menyulam. Jika pagi bernasib baik, anak kami akan lahir bersama matahari. Segera mandi, kata ibunya. Taburkan bedak di ketiak. Buang iklan gincu itu, kataku. Kalau kami yang beruntung, Dyah Nyiur adalah satu dari 99 saudara sedaging yang tertendang ibunya.</p>
<p>(Permata Hijau Jakarta, 29 April 2004)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://syam.dusunlaman.net/2009/08/dyah-nyiur-anak-perempuan-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

