Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN IV: JAKARTA, AWAL TAHUN [Jatah SyamAR]
#35. I Love You but I Miss You
Hari ini Trotminty sakit. Dia terkapar dalam duduknya. Efek samping menjadi dewasa. Dan dia menghujani Mimosa dengan kabar-kabar tentang diri Trots dalam konteks terkini. Lewat telepon, pesan pendek, surat, dan email.
Kriing….!
Hallo!
Hi!
Aku sedang sibuk sekali, hanya aku takut lupa mengatakan sesuatu.
Tentang apa?
Apakah aku sudah mengatakan bahwa aku rindu kamu hari ini?
Belum.
Oke! Sampai nanti.
Dan telepon ditutup. Trots melonjak kegirangan. Seperti bocah yang mendapatkan es krim kesukaannya.
Satu jam kemudian, hampir tengah malam Trot menulis pesan pendek ke ponsel Mimosa; “I Miss You, but… I Love You!”
Dua menit kemudian dia menerima pesan pendek balasan; “Tell me loudly tommorow. Tell me more! Tell me more!
Trots menekan nomor ponsel Mimosa dan menunggu sebentar,
“Haloooo!”
“Mimosa.”
“Kenapa Trots?”
“Aku nggak bisa menunggu besok.”
Mimosa diam.
“Aku nggak harus mengatakan ulang dengan keras, kan?”
Mimosa masih diam.
“Oke. Aku sebetulnya sudah mengatakannya beberapa kali.”
“Apa rencanamu besok?”
“Uphs, besok aku akan melamarmu menjadi calon isteriku.”
“Trooots…? Kau tidak sedang mabuk, kan?”
“Tenanglah. Aku membatalkan untuk mengatakan itu besok…”
“Maksudmu?”
“Aku melamarmu sekarang!”
“Trots…? Aku bingung.”
“Tidak boleh bingung, Mim.”
“Tapi kenapa,Trots. Kita belum kenal jauh…”
“Aku merasakan itu sejak surat pertamamu nyasar ke emailku.”
“…..”
“Pada titik ini aku betul-betul yakin, bahwa keturunanku akan diteruskan bersamamu. Kau setuju?”
“… Ya, Trots. Aku mau…”
“Hhhh… terima kasih! Tapi, sepertinya kau sedang tidak normal malam ini. Bagaimana jika kita tutup telepon ini dulu. Kemudian keu istirahat sambil memikirkan ulang keputusanmu tadi, ya?”
“Yup, Trots! Kau juga harus melakukan yang sama.”
“Aku tidak! Ibarat judi pek qyu, aku pasang tengah dengan semua modal terakhir. Maaf tentang pengandaian yang mungkin kau tak suka. Tapi aku mencintaimu, tidak bisa lebih! Selamat malam. Have a nice nightmare!”
Klik.
Mimosa barangkali segera tidur. Trots sudah berlari lagi ke workshop produksi spanduk keluarganya. Dengan semangat petani di musim tanam.