Kau Dan Aku, Jadi Kita!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 27-06-2010

Tags: , ,

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN V: Setelah Pertemuan yang Menyenangkan [Jatah BuRuLi]

BuRuLiSign
#38. kau dan Aku Jadi Kita!

“Hari ini ada yang berubah… kau dan aku, jadi kita! Satu rasa yang mennyejukkan jiwa!”

Ini lagu karya Indra Lesmana. Dua kawan. Kami memang berkawan!

Dug! Dug! Dug!
“Hari ini ada yang berubah…”

Dug! Dug! Dug!
“Kau dan aku.. jadi kita!”

“Satu rasa yang menyejukkan jiwa! Indah! Megah! Percayalah! Kini kita berdua…”

Mimosa. Autissia. Nggak jomblo lagi! Percaya nggak sih kamu?

Mari kita berbicara tentang Read the rest of this entry »

Tuhan! Ia Melamarku!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 24-06-2010

Tags: , ,

BuRuLiSign

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN V: Setelah Pertemuan yang Menyenangkan [Jatah BuRuLi]

#37. Tuhan! Ia melamarku!

“Rasanya aku sedang jatuh cinta!” Kata lelaki di seberang sana.
“O, ya?… dengan siapa?”

Dug! Dug! Dug!
Jangan berharap!

“Kau!”

!@#$%^&*(! ! ! !
Jangan mulai bercanda! TOLONG! Jangan mulai bercanda!

Sebab…Sebab…

“Jangan bercanda, Trots!”

Sebab…Sebab…
Sesungguhnya aku telah Read the rest of this entry »

Setelah Pertemuan yang Menyenangkan

2

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 23-06-2010

Tags: , ,

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN V: Setelah Pertemuan yang Menyenangkan [Jatah BuRuLi]

BuRuLiSign

#36. Setelah Pertemuan yang Menyenangkan

Setelah pertemuan yang menyenangkan itu…

Adalah sejarah bahwa Mimosa telah merekam ingatan tentang seseorang. Lelaki itu. Trotsminty. Bila tak bisa disebut sebagai sebuah ingatan seakurat pita kaset maka ia hanya berani menuduh dirinya telah mulai mengenali sebentuk getar. Sesuatu yang dihantarkan lewat benda abstrak bernama suara. Benda yang datang dan pergi begitu saja lewat gendang telinganya dan sungguh tak pernah berjanji.

Tapi suara itu sungguh konsumsi telinga sekaligus hati!

Mimosa menarik nafas besar-besar! Huf! Huf! Huf! Mari berhenti berfantasi. Berhenti mengkhayalkan sesuatu yang belum tentu terjadi! Jangan mulai mimpi, Mimosa!

Aku seperti hampir mendengar kata Read the rest of this entry »

I Love You but I Miss You

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 21-06-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam

BAGIAN IV: JAKARTA, AWAL TAHUN [Jatah SyamAR]

#35. I Love You but I Miss You

Hari ini Trotminty sakit. Dia terkapar dalam duduknya. Efek samping menjadi dewasa. Dan dia menghujani Mimosa dengan kabar-kabar tentang diri Trots dalam konteks terkini. Lewat telepon, pesan pendek, surat, dan email.

Kriing….!

Hallo!

Hi!

Aku sedang sibuk sekali, hanya aku takut lupa mengatakan sesuatu.

Tentang apa?

Apakah aku sudah mengatakan bahwa aku rindu kamu hari ini?

Belum.

Oke! Sampai nanti.

Dan telepon ditutup. Trots melonjak kegirangan. Seperti bocah yang mendapatkan es krim kesukaannya.

Satu jam kemudian, hampir tengah malam Trot menulis pesan pendek ke ponsel Mimosa; “I Miss You, but… I Love You!”

Dua menit kemudian dia menerima pesan pendek balasan; “Tell me loudly tommorow. Tell me more! Tell me more!

Trots menekan nomor ponsel Mimosa dan menunggu sebentar,

“Haloooo!”

“Mimosa.”

“Kenapa Trots?”

“Aku nggak bisa menunggu besok.”

Mimosa diam.

“Aku nggak harus mengatakan ulang dengan keras, kan?”

Mimosa masih diam.

“Oke. Aku sebetulnya sudah mengatakannya beberapa kali.”

“Apa rencanamu besok?”

“Uphs, besok aku akan melamarmu menjadi calon isteriku.”

“Trooots…? Kau tidak sedang mabuk, kan?”

“Tenanglah. Aku membatalkan untuk mengatakan itu besok…”

“Maksudmu?”

“Aku melamarmu sekarang!”

“Trots…? Aku bingung.”

“Tidak boleh bingung, Mim.”

“Tapi kenapa,Trots. Kita belum kenal jauh…”

“Aku merasakan itu sejak surat pertamamu nyasar ke emailku.”

“…..”

“Pada titik ini aku betul-betul yakin, bahwa keturunanku akan diteruskan bersamamu. Kau setuju?”

“… Ya, Trots. Aku mau…”

“Hhhh… terima kasih! Tapi, sepertinya kau sedang tidak normal malam ini. Bagaimana jika kita tutup telepon ini dulu. Kemudian keu istirahat sambil memikirkan ulang keputusanmu tadi, ya?”

“Yup, Trots! Kau juga harus melakukan yang sama.”

“Aku tidak! Ibarat judi pek qyu, aku pasang tengah dengan semua modal terakhir. Maaf tentang pengandaian yang mungkin kau tak suka. Tapi aku mencintaimu, tidak bisa lebih! Selamat malam. Have a nice nightmare!”

Klik.

Mimosa barangkali segera tidur. Trots sudah berlari lagi ke workshop produksi spanduk keluarganya. Dengan semangat petani di musim tanam.

I Think of You Every Morning

1

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 21-06-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam

BAGIAN IV: JAKARTA, AWAL TAHUN [Jatah SyamAR]

#34. I Think of You Every Morning

Belasan puisi dalam satu judul berangkai yang bertahap diterima Trots dalam tenggat waktu yang tak pernah lama. Datang sebelum sempat meraba pemaknaan yang Mimosa maksud. Di kota dimana Trots berlindap untuk jangka waktu tak tentu hujan turun dengan petir yang paling bersemangat se-Bogor. Dikurung hujan Trots menyibukkan diri dengan demikian banyak pekerjaan.

Beberapa malam terakhir setelah menyinggahi rumah bertangga banyak dan sepotong-sepotong Trots mengingatnya hampir setiap waktu. Desain-desain spanduk mengalir di printer. Telepon pemesanan order berdering-dering. Dia hanya membelakangi, sesekali melayani suara-suara meminta pisau cutter, atau sepotong dua pensil. Kadang ikut dimarahi konsumen jika desain spanduk yang kubuat tak sesuai kepala mereka. Atau membalas sapaan-sapaan hangat dari anak-anak pekerja spanduk.

Tapi, “I think of you every morning…” Selena Jones mengantikan Read the rest of this entry »

Hei, Kiri!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 19-06-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam

BAGIAN IV: JAKARTA, AWAL TAHUN [Jatah SyamAR]

#33. Hei, Kiri!

Satu waktu di taman belakang, Mimosa bercerita tentang seorang bocah datang dari sebuah planet yang sebesar lebih sedikit dari sang bocah. Bocah yang setiap pagi mencabuti belukar di planetnya supaya tak menjadi pohon raksasa. Pekerjaan membosankan yang sebetulnya mudah. Belakangan Trots tahu bahwa cerita itu datang dari seorang Prancis. Dan tentang percakapan si bocah dengan rubah tentang pemaknaan “ritual”.

Ritualisme membuat rencana pertemuan mereka setiap akhir pekan menjadi demikian ditunggu. Laki-laki Trots merasa, cerita sang bocah hanya akal-akalan. Hanya jangan sampai kami terjebak pada ritual  dingin seperti ibadah nan tak jelas semangat yang terwakili.
*

Mimosa telah menulis surat. “Untukmu!” Katanya Kepada Trots.

Angin sedang diam. Trots membuka dan membacanya. Mimosa menunduk dan menatap dengan durasi sebanding.

Sebentar-sebentar Read the rest of this entry »

Kopi Darat

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 16-06-2010

Tags: ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam

BAGIAN IV: JAKARTA, AWAL TAHUN [Jatah SyamAR]

#32. Kopi Darat!

“Datanglah ke Jakarta,” pesan dari satu abangnya.

“Ada apa dengan Jakarta?”

“Sesuatu yang dapat kau lakukan, tepatnya sesuatu yang dapat kau bantu.”

“Asal tak lama!” Tempat tidur bernama Prabumulih demikian menyenangkan bagi Trots hingga dia tak sedia meninggalkannya lama.
*

Selain membantu Abang dan keluarga iparnya di Jakarta, dia sesekali Read the rest of this entry »

Ini WC Umum!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 27-05-2010

Tags:

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN III: THE BRIDGE [Jatah BuRuLi]
BuRuLiSign
#31. Ini WC Umum!

Ini WC umum!
Sebuah titik di kota Bandung!

Seseorang telah sedemikiannya membuat Mimosa marah hingga Mimosa masuk ke WC umum dengan semangat empat lima hendak membuang hajat sambil mengupat.

BiiipBiiip!!!

“Halo! … … …”
Hah?”
“Halo! Ini aku… Trotsminty! “
“Trots… ( byur…) Siapa? “
“… … …”
“Siapa?”
“Trotsminty!”
“O… Hai! Sebentar…” Telinga kiri menjepit HP, tangan kiri memegangi pinggang celana… Mimosa repot luar biasa!
“Hei… Iya, Trots… Ada apa?”

Ada yang menarik nafas di seberang sana. Seperti dengus pasrah Read the rest of this entry »

Pulang

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 13-03-2010

Tags:

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
# 30. Pulang

Semua buku-buku telah dia kemas dalam kardus-kardus dan telah berangsur dia kirim ke alamat rumah di kampung. Barangkali ada tercecer barang berapa belas atau berapa puluh yang tak sampai berapa ratus. Berarti tak banyak lagi yang akan dibawa pulang.

Hanya tertinggal beberapa lembar pakaian yang memang tak pernah banyak di satu ransel dan tas selendang bahan denim warna tanah.

Apa yang akan dilakukan di rumah, di kampung halaman, di tempat dimana dia melewati kehidupan keras dan hangat itu menjadi sesuatu yang barangkali menyenangkan. Belum tahu, selain menulis memoar dan membuat sesuatu yang satiris; komik.

Tas sudah disandang. Siap sudah untuk Read the rest of this entry »

Mimpi

5

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 15-12-2009

Tags:

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
29. Mimpi

Seperti pada mimpinya yang sulit untuk diceritakan pun pada sesiapa. Dia akhirnya memutuskan; pulang.

“Pulanglah, pulanglah,” rumahnya memanggil-manggil. “Pasti menyenangkan.” Rumah itu merayu-rayu. “Kita adalah sahabat lama, sahabat lama dengan ruang bawah tanahku yang lembab. Tapi tentu menyenangkan sebab disini dapat kau seduh dengan aroma kopi dan tembakau pun. Aroma rempah-rempah. Tidakkah kau tertarik. Jangan bohong, aku mohon. Kamu merindukan aku. Sekali lagi, aroma rempah-rempah. Sedang kopi tak pernah membiarkan gelasmu kosong dari hangatnya. Jangan bohong lagi. Portugis juga melakukannya untuk itu, konon.”

Trot tidak bergeming dalam mimpi itu. “Rumahku adalah perjalanan,” jawabnya setengah berbisik.

“Kalau demikian, kau adalah generasi minggat yang malang. Maaf, tapi memang menyebalkan!”

Trots terjaga. Pukul dua malam. Mimpi yang selalu sama. Secara psikis dia menganggap adalah hal wajar ketika satu fase telah dilewati. Bukankah dia memang memang belum boleh berjalan jauh sebelum mengikuti ritual wisuda pelepasan sarjana baru. Bukankah dia tak dapat menolak sekalipun beda kehendak. Dia harus ikuti ritual yang tak dia dapatkan semangatnya itu demi ruang tamu. Demi ruang tamu. Demi selembar foto di ruang tamu.
*