Posted by Syam | Posted in Gumam, catatan sekadarnya | Posted on 31-08-2010
Tags: debu, dust in the wind
(1)
Karena kau air mata,
Aku butir debu
Partikelku mengikat titikmu* ini prinsip dasar dalam fisika, ‘Ia.
[mimo&trots]
Hampir pecah sudah puasa saya! Bila tak punya halaman pribadi ini, bisa-bisa puasa ngeblog di kompasiana batal di pagi ini. Bisa dibilang hampir tak tahan dengan godaan subyektifnya Bambank dan aktifnya pungky (entah bila terbalik).
Sepenggal komentar bambank:
Debu itu benda tak berguna lagi membahayakan apalagi jika mengenai mata.Penggalan sisanya:
Tidak, debu itu materi yang sangat aneh, indah, bisa membentuk apa saja, di mana saja dan pas sesuai kemauan saya.
Debu:Materi Multi-Manfaat
Saya teringat pelajaran dasar yang pernah saya dapat. Tentang hujan. Karena adanya partikel debu yang mengikatnya, maka uap air yang terangkat ke atmosfer termungkinkan untuk berubah wujud dari gas ke cair dan menjadi titik air. Ia pula yang kelak jatuh sebagai hujan.
Secara sederhana, ada debu ada kemoceng. Debu sebagai fenomena “negatif” melahirkan inovasi pembuatan kemoceng, dan pada level teknologi lebih canggih dia melahirkan penghisap debu (vacuum cleaner). Karena debu, maka industri farmasi meracik obat alergi debu.
Halah! Ketimbang bual makin ngawur mending akhiri saja. Sambil dengar Dust In The Wind – Kansas.
Eh, satu lagi. Karena adanya debu, kalau tak ada air untuk berwudhu, dimungkinkan untuk tayamum.
[Syam@R; LeBul, 1 September 2010]

huahahahahahaahahahahahahahahaahh. ayoo batal puasa ayoooooooooo*kompor
kapan-kapan.
iman masih kuat
huahahahahahaha……..
Si bibir berpanu, konon doyan sekali mengunyah debu.
Rrrrrrrrrrrrgh…. katanya
=))