Ms. Ring Ring

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 29-07-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: BAGIAN VI; the RELIEF of REAL LIFE [Jatah SyamAR]
#48. Ms. Ring Ring

Malam berbulan tiga perempat purnama. Sudah lima hari mereka tidak bertemu. Bunyi ponsel terdengar. Trots bangkit menuju meja dimana ponselnya tergeletak. Sebuah pesan pendek telah datang. Dari sang pengirim; Mimosa yang sudah ia ganti nama menjadi Ms. Ring-Ring. Karena bisa berbelas kali perempuan itu menghubunginya sejak pagi setiap hari. Miss Ring-Ring alias Nona Kring-Kring.

“Bulan tiga perempat purnama. Seperempatnya adalah kita, Sayang.”

Trots kemudian mematikan ponselnya. Dia mulai Read the rest of this entry »

Aku (Tidak) Senang Melihat Kamu (Tidak) Merokok…

2

Posted by Syam | Posted in Uncategorized | Posted on 29-07-2010

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: BAGIAN VI; the RELIEF of REAL LIFE [Jatah SyamAR]
#47. Aku (Tidak) Senang Melihat Kamu (Tidak) Merokok…

Sebelum pamit, Trots dan Mimosa duduk tenang-tenang di teras yang dijaga anjing peliharaan Mimosa. Konon, anjing betina berwarna hitam itu sepantar dengan nenek-nenek usia 72 tahun. Lingkar pinggangnya mulai bergelambir dengan bulu-bulu yang mulai rontok. Anjing betina tua itu mengalami kebotakan serius di sekitar pinggang dan bahunya. Geraknya telah jauh melamban dan malam itu ia melingkar saja di atas koral. Kata Mimosa, anjingnya akan segera Read the rest of this entry »

Karcis

2

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 26-07-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: BAGIAN VI; the RELIEF of REAL LIFE [Jatah SyamAR]
#46. Karcis

Trots dan Mimosa menjauh dari ruang tamu dan piano kayu. Menuju perpustakaan di atas, lalu Trots berkencan dengan PC Mimosa, dan Mimosa berkasih-kasihan dengan laptopnya. Pahit… kencan ini tak ada adegan berciuman.

“Katakan, mengapa kamu mencintaiku, Trots?” Tanya Mimosa tiba-tiba dan menghentikan keasyikannya dengan Read the rest of this entry »

Walau Rokok Sebatang, Malam Minggu Kudatang, Yeah…!

2

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 25-07-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: BAGIAN VI; the RELIEF of REAL LIFE [Jatah SyamAR]
#45. Walau Rokok Sebatang, Malam Minggu Kudatang, Yeah…!

Trots memberdayakan sisa pulsa terakhir di ponselnya untuk membalas pesan Mimosa. Note: Tunggu Aku! Dan disepanjang jalan Trots menyiulkan sebuah lagu yang tak ia hapal dengan baik, entah berjudul apa dan dinyanyikan siapa…

“Walau rokok sebatang, malam minggu kudatang…
Kau tak pernah cemberut
Kau bilang… Read the rest of this entry »

Burung Si Dick

9

Posted by Syam | Posted in kolaborasoy | Posted on 23-07-2010

Tags:

Burung Si Dick
Bagian awal kolaborasoy Syam & Pungky

#Jatah Pungky, sila baca Bahasa Vagina Indonesia

Perkenankan saya menghaturkan maaf sebagai awalan. Kali ini bukan kuatir lantaran dikira menulis hal tak patut tak sopan. Pembubuhan maaf di muka ini juga sebagai pemudah, supaya kelak tak perlu berulang menyebutkan kata maaf sebelum nama alat tubuh, macam (maaf) penis.

Lahir dan tumbuh berkembang di ranah melayu yang Indonesia, saya hidup pada negeri kaya bahasa namun berketerbatasan dalam bahasa. Sejak kecil, terbiasa dengan “penghalusan” bahasa. Bahkan ketika menyebut alat kelamin sendiri, macam yang saya punya, saya tak boleh sebut dengan bahasa resmi yang telah dibakukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Penggantinya, kita mengenal kata, “burung”, “titit”, atau, “anu”. Pada gilirannya orang dewasa senang pula memakai nama-nama makanan atau buah-buahan untuk menyebut alat kelamin laki-laki. Kalau tak bongkol, ya lontong. Bila tak pisang, ya timun, atau terong.
————————————————

Karena budaya “kita” mengedepankan kesopanan, maka kita harus pula sopan berbahasa. Perkenankan saya membagi 2 catatan semasa kecil;

#Pertama
Saya tak boleh sebut kata “kulup“, karena kulup adalah titit dalam bahasa Prabumulih. Tapi Selatan Sumatera kaya sekali dengan bahasa.

Persis di sebelah suku Rambang, dimana saya menjadi bagiannya, ada suku Belide. Ketika kami berkebun di desa Lembak, kawasan Belide (+/- 30 km dari Prabumulih), saya kerap mendengar kata kulup dipakai sebagai sapaan kesayangan orang-orang tua ke anan-anak. Dalam sapaan, lebih sering disingkat sebagai “lup” saja.

“Nak kemena, lup?”

“Aiii, nak ngaji yasiiin!”

Ajajajaja! Kata tak sopan di kampung saya dibawa-bawa ke peribadatan?! Tak ada yang salah, bukan? Ini semata-mata perkara bahasa.

# Kedua
Umak, ibu kami ajaib. Dia suka memberi nama timang pada setiap anaknya. Bunyinya kadang tak berkait dengan nama resmi. Adik bungsu saya, namanya Rahmat Nuriman, oleh Umak, dipanggil sayang sebagai Kempok. Tapi kami menyapanya Tatang.

Saya, dipanggil Chandot. Jauh dengan Syamsul? Sebelumnya saya bernama Chandra.

Abang saya, Syamsul Bahri. Nama kesayangannya Koncol. Apa…? K O N C O L ?! Nama yang tak sopan nian? Siapa suruh kalian membangun pemahaman bahwa nama itu tak sopan. Nama itu sama sekali berbeda dengan kata yang berarti ALAT VICAL UNTUK KENTING?
————————————————

Ini tentang kecanggungan berbahasa, ketakjujuran dalam mengakui bahasa sendiri. Kenapa kita menyamarkan bahasa anatomi tubuh dengan yang seharusnya bisa dipakai menggunakan kata dalam bahasa anatomi sebagai PENIS. Mengapa harus burung, titit, burung, lontong, pisang, bla-bla-bla, atau anu? Karena kita bangsa Timur?

Dari Barat kemudian kita menyerap kata penis, yang secara etimologi berasal dari; Latin, penis, tail; akin to Old High German faselt penis, Greek peos
Periksa di sini.
http://www.merriam-webster.com/dictionary/penis

Kata penis kemudian marak dipakai di Indonesia, terutama di dunia pendidikan dan kesehatan. Bahkan di beberapa keluarga mengenalkan kata ini pada anak-anak mereka. Menggantikan titit, burung, atau anu.

Padahal Kamus Besar Bahasa Indonesia memasukkan kata kontol sebagai muatan. Kenapa tak kita pakai? Tak bermaksud menyalahkan budaya bangsa sendiri, tapi mungkin dalam konteks kekinian, menggunakan kata ini dalam koridor anatomi apa tetap dirasa kurang sopan? Lalu kenapa ketika sepertinya boleh menyebut kata KONTOL hanya ketika hendak memaki?!

Menyoal kesopanan Timur, Barat pun mengenal dick dan wiener. Tapi saya tak yakin Barat memaki seseorang dengan PENIS!

[SyamAR; LeBul, 24 Juli 2010]

Keju dan Remah Roti

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 20-07-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: BAGIAN VI; the RELIEF of REAL LIFE [Jatah SyamAR]
#44. Keju dan Remah Roti

Setiap kali hendak melewati waktu sendirian dengan tenang-tenang dengan maksud sedikit bersantai, Trots serasa diserang banyak pertanyaan dari sesuatu yang imajiner.

Kapan kau akan menikahi dia? Sumber ketakutan itu datang dari bunyi yang mirip tanya namun seperti cita-cita itu.

“Besok Pagi! Besok pagi aku sudah mau. Hanya aku harus pastikan pagi lusa kami berdua akan makan apa?!” Jawab Trots sepenuh hati.

Kegugupan itu menghilang dan Read the rest of this entry »

Krisis Bahan Bakar

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 19-07-2010

Tags: , ,

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: BAGIAN VI; the RELIEF of REAL LIFE [Jatah SyamAR]
43. Krisis Bahan Bakar

Hampir setahun sudah kebersamaan itu. Pertemuan dengan Mimosa membuat menafik percakapan setahun sebelumnya;

“Datanglah ke Jakarta,” Pesan dari satu abangnya.

“Ada apa dengan Jakarta?”

“Sesuatu yang dapat kau lakukan, tepatnya sesuatu Read the rest of this entry »

Mimosa, Matahari, dan Cita-Cita

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 14-07-2010

Tags: , ,

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN V: Setelah Pertemuan yang Menyenangkan [Jatah BuRuLi]

BuRuLiSign
#42. Mimosa, Matahari, dan Cita-Cita

*Buku Harian Mimosa

Jakarta, / /

Dear, Pooh!

Selanjutnya kupanggil saja dia Matahari! Karena ia sungguh bersinar. Kadang-kadang ia begitu terik dan membuat kita sakit kepala! Ha ha ha!

Tapi ia sungguh menghidupi…

Pagi-pagi ia terbit dan mulai menjalankan tugasnya. Kuintip ia dari jendela, ia menyapaku dengan Read the rest of this entry »

Mimosa, Perempuan yang Menunggu

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 07-07-2010

Tags: , ,

BuRuLiSign

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN V: Setelah Pertemuan yang Menyenangkan [Jatah BuRuLi]

#41. Mimosa, Perempuan yang Menunggu

Sebutlah ini sebagai kebahagiaan yang menegangkan, atau ketegangan yang menyenangkan. Ada seorang lelaki yang sungguh layak ditunggu.

Potongan puzzle itu!

Trots. Telah dilalui tangis dan tawa, sedih dan bahagia, sanjungan, kritikan bahkan… sedikit amarah kepadanya. Tapi ia demikian melengkapi.

Mimosa yang berduri. Tak banyak yang bisa Read the rest of this entry »

Mimosa, Perempuan yang Bertanya

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 04-07-2010

Tags: , ,

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN V: Setelah Pertemuan yang Menyenangkan [Jatah BuRuLi]

BuRuLiSign
#40. Mimosa, Perempuan yang Bertanya

Ini adalah bulan kesekian dari pertemuan yang begitu menyenangkan. Bulan kesekian dari menjadi sebuah bagian. Ia panik! Rindu tiba-tiba menjadi demikian runcing dan bergigi.

Rindu mulai menggigit. Ia berdarah.

Rasa: “Dimana sih, Trots… Apa dia tak lagi punya rindu?” Read the rest of this entry »