Mimpi

1

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 15-12-2009

Tags:

Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN II: TROTSMINTY [Jatah SyamAR]
29. Mimpi

Seperti pada mimpinya yang sulit untuk diceritakan pun pada sesiapa. Dia akhirnya memutuskan; pulang.

“Pulanglah, pulanglah,” rumahnya memanggil-manggil. “Pasti menyenangkan.” Rumah itu merayu-rayu. “Kita adalah sahabat lama, sahabat lama dengan ruang bawah tanahku yang lembab. Tapi tentu menyenangkan sebab disini dapat kau seduh dengan aroma kopi dan tembakau pun. Aroma rempah-rempah. Tidakkah kau tertarik. Jangan bohong, aku mohon. Kamu merindukan aku. Sekali lagi, aroma rempah-rempah. Sedang kopi tak pernah membiarkan gelasmu kosong dari hangatnya. Jangan bohong lagi. Portugis juga melakukannya untuk itu, konon.”

Trot tidak bergeming dalam mimpi itu. “Rumahku adalah perjalanan,” jawabnya setengah berbisik.

“Kalau demikian, kau adalah generasi minggat yang malang. Maaf, tapi memang menyebalkan!”

Trots terjaga. Pukul dua malam. Mimpi yang selalu sama. Secara psikis dia menganggap adalah hal wajar ketika satu fase telah dilewati. Bukankah dia memang memang belum boleh berjalan jauh sebelum mengikuti ritual wisuda pelepasan sarjana baru. Bukankah dia tak dapat menolak sekalipun beda kehendak. Dia harus ikuti ritual yang tak dia dapatkan semangatnya itu demi ruang tamu. Demi ruang tamu. Demi selembar foto di ruang tamu.
*

Comments (1)

iya mas demi ruang tamu :) , padahal setelah melewati ritual itu belum tentu bisa langsung mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat, tapi ini lah Indonesia, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, saya hanya butuh motivasi..hahaha maaf kalau aku punya persepsi berbeda sama tulisan mas, manusia kan emang suka menghubung-hubungkan, dan kebetulan tulisan mas ini menyentak jantungku.hehe

Write a comment