Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 06-10-2009
Tags: Note: Tunggu Aku!
NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

#17. Deadline dan Katalog Lelaki
Udah dewasa, udah kerja, apalagi?
Waaa!
APANYA YANG APALAGI?
Tolong diperjelas…
P A C A R…
JDUG!
Ups.
Harus, ya?
Ngomong-ngomong soal pacar, jangan-jangan Mimosa memang nggak terampil menghadapi laki-laki sebagai laki-laki. Alamak, kawannya segudang, setengahnya mereka, masa sih gak ada yang jadi?
M A S A S I H … G A K A D A Y A N G J A D I?
GDUBRAKSSS!!!
Emang semuanya semudah itu apa Pak, Bu, Om, Tante, Yang… Wadduh! Setahu aku, yang namanya lelaki baik-baik nggak diperjualbelikan secara bebas dan massal seperti tahu dan kacang.
Ups!
Iya, sih…
Terus gimana, dong?
TENANG!
Aku masih percaya satu hal
: Save the best for the last.
Mimosa, kau keburu jamuran!
*
Sialan!
Mereka betul juga.
Terus harus gimana, dunk?
Ng…
He he he. Ikut biro jodoh aja…
Apa? Masa sih segitu despretnya?
Apa sih yang sebetulnya jadi penghalang?
Kenggaksamaan bahasa, Om! Itu yang jadi penghalang. Kalau aku yang suka, dianya yang nggak. Giliran ada yang mau sama aku, akunya yang mau muntah. Mau bagaimana lagi? Giliran sama-sama mau, gak bisa dilanjut. Sakit, kan?
Usaha, dooong!! Kejar dooong…
EMANGNYA BIS!
*
Mimosa, kapan kau mau menikah?
TOLONG JANGAN TANYA DONG, TANTE!!!!
Kok panik?
Jelas panik. Kalau aku disuruh kawin dalam jangka waktu sekarang-sekarang ini, maka aku akan terpaksa kawin sama babi, sapi atau kucing tetangga sebelah. Kalau mau yang lebih aman maka aku kawin saja sama timun. Gimana, Tante?
Ya ampun, Mimosaaaa… Mau tante carikan?
Cariin, deh! Jelas gak nolak. Lha wong dibantu kok nolak! Ha ha ha. Dah, ah! Hidup toh mesti berlanjut dengan ataupun tanpa…
*
“Kenalkan! Saya Edwin Siregar, Sarjana Hukum!”
“O, saya Mimosa. Belum selesai sekolah! Kekekek …”
GDUBRAKS!!
Oi… Kaing! Kaing! Kaing!
“Aku nggak bisa lama-lama, dik… soalnya ditunggu ibu. Saya anak kesayangan ibu. Maklumlah! Eh, ngomong-ngomong Ibuku pasti suka, lho…sama rumah seperti ini!”
TOLOOONGGG!!!
Titip salam sama ibu. Mimosa gak bakalan kawin sama kamu!
*
“Mim sayang…”
“Mmm..”
“Cantik, deh kamu…”
“Emang!”
“Pinter lagi…”
“Pasti”
“Doni…”
“Ya?”
“Ada lagi?”
“Apanya?”
“Boongnya…”
“Kok?”
“He he he… Sebentar, tapi saya mau muntah!”
*
“Jadi kesimpulannya apa, Yudi?”
“Maksudnya?”
“Semua omonganmu tadi”
“Maksudnya?”
“KAMU SEBENERNYA SAYANG AKU GAK SIH?”
“Ya…”
“Kenapa nggak ada rasanya?”
“Maksudmu?”
“Kamu ngerti maksud aku gak sih?”
“Ng…”
“YA UDAH! LUPAKAN!”
Wadduh!!!
*
“Maaf Mimosa, tapi kita nggak bisa lanjutkan hubungan ini…”
“Tapi…”
“Pokoknya nggak bisa…”
“Kenapa?”
“Terlalu susah”
“George…”
“Pokoknya nggak bisa!”
“Artinya?”
“Sudahlah…”
HIKS!
OK!!!
S a y a m e n g e r t i!
*
“Sampai ketemu lagi, mas! Ng… punya kartu nama?”
“Ini. Kartu nama istri saya saja, ya! Sama saja kok Mbak…”
*
“Sorry, Mimosa…tapi kamu salah sangka…”
“Ya udah, gak papa. Gak masalah!”
Huaaaaa!!!!!!!
*

hihihihi…koq ngerasa disindir y???