Yang Rajin Dooong, Kuliahnyaaa!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 11-09-2009

Tags:

BuRuLiSign

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

#08. Yang Rajin Dooong, Kuliahnyaaa!!

HOEK! Kalau saja nggak ada rombongan sandiwara itu, Mimosa pasti sudah jadi sakit jiwa sedari dulu. Bayangkan! Kelas lebih mirip ladang pembantaian daripada lahan penyemaian. Disana bibit-bibit yang tak kuat dipastikan segera manjadi busuk dan seleksi alam membuatnya tak pernah punya pengalaman bertunas sama sekali. Mimosa disana, seandainya kelapa maka ia sempat menjadi cikal. Cikal yang masih dijual dalam kantong-kantong plastik. Lumayanlah. Tapi ia memang tak akan tumbuh terus disitu. Bukan tempatku! Katanya.

Mimosa Autissia. Saat kuliah ia memilih menuliskan puisi. Terutama saat mata kuliah yang penuh dengan acara maki-memaki. Sret…sret… segerombolan wajah kanak-kanak lucu lahir dari ujung grafit pensilnya.

“Kau, Mimosa! Baca”

Tak usah kita ceritakan disini apa yang dia baca. Bunyinya lebih mirip sirine kalau kau mau percaya. Sebenarnya Mimosa tak pernah mempersoalkan bahasa apa yang sedang dia pelajari. Hanya saja, kenapa sih kuliah harus menimbulkan penderitaan begini? Ini bukan kuliah namanya! Seharusnya kuliah membuat kita bisa belajar dengan gembira. Kuliah seharusnya bukan kolam airmata.

“Kau jadi bodoh karena ikut rombongan sandiwara. Itu kegiatan yang tak ada gunanya. Yang rajin doong…kuliahnyaaa!”

Sakit jiwa! Sakit jiwa mereka semua! Ini kampus sastra. Seharusnya mereka dukung segala kegiatan yang ada hubungannya dengan budaya.

“Catat!” Teriak Mimosa dalam hati. “Catat bahwa aku tak pernah menganggap remeh ini semua. Lihat bukumu, bu. Ada absenku disitu? Catat juga bahwa meskipun aku nggak istimewa tapi nilaiku baik-baik saja” .

“Catat bahwa sandiwara pernah turut mengharumkan nama jurusan ini juga. Aku buatkan naskahnya, kawan-kawan membawakannya. Pialanya kalian ambil tapi kalian tak pernah mempedulikannya. Pak, Bu, kalian sudah tak seperti manusia. Mesin nilai, ya? Setiap yang mendapat nilai tinggi adalah yang terbaik. Yang terbaik adalah yang terjebak dalam duniamu disini”.

“Terakhir, catat juga bahwa aku akan pergi pada suatu hari! Melepaskan diri dari udara sakit disini”

Mimosa mendapatkan hukumannya. Satu periode mata kuliah ia tak bisa ikut kuliah Bahasa Cinanya. Waktu untuk mata kuliah umum saja. Menderita? Justru nggak. Mimosa merdeka dan luarbiasa bahagia!

Saatnya menikmati jadi mahasiswa. Jadi aktifis ringan dan aman sekaligus seniman! Ha ha ha.

Ini baru kampus, bung!
*

Write a comment