Jangan Kuliah Mulu, Dunk!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 08-09-2009

Tags:

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

BuRuLiSign
#05. Jangan Kuliah Mulu, Dunk!

Kring!

Eh, goblok! Udah lama kagak ada kabarnya!”

“Iya, ya? Masa’ sih?”

“Ya ampun, Nyeet!!”

Bas. Seorang sahabat lagi. Menyayangi Mimosa sedemikian rupa dengan rentetan makiannya. Sudah lama nggak mendengar berita tentang dia. Juga tentang kawan-kawan lainnya: Nik, Gusni, Mirz, Adi, Pat dan Tia. Apa kabar mereka?

“Tetap… jombloooo!!”

A! Gubrak! Apa nggak ada topik yang lebih menarik selain ini? Misalnya resep kue coklat yang sedang dipelajari Adi. Atau klab dugem yang akhir-akhir ini Bas akrabi. Atau Rencana pernikahan Pat. Atau siapa pacar terakhir Nik dan Gusni?

Aaarrrgh!!

Itu sih kembali lagi ke topik semula. Dug dug dug. Bagaimana dengan kau, Mimosa? Ha? Apanya yang bagaimana? Iya. Kau dengan siapa?

“Dengan monyet. Kau puas?”

Menyebalkan. Sumpah! Menyebalkan!
*

Adi. Dengan tahun ini sudah enam tahun jadinya ulur tarik ulur lagi itu perasaan. Nggak sehat. Nggak berkembang. Habis kamu sih Mim… Lho, kok aku? Ya, kenapa Mimosa? Kenapa Adi…

Tap! Tap! Tap!

Aku mengenal suara langkah kaki itu. Dulu bahkan pernah kukenal juga warna sepatunya yang kutandai setiap dia sedang sholat di mushola sekolah. Laki-laki itu. Diantara kami nggak ada anak yang lebih tertib dan lebih dewasa daripada dia menurutku.

“Kau baik-baik saja, Mimosa?”

Dug dug dug. Adduh! Bandit cinta! Kau nggak sopan. Hei, sebentar. Bukankah diluar urusan ini kita adalah sahabat.

“Baik…baik. He he he. Apa kabar, Jek!”

Lumayaan… penelitian bikin mumet dan organisasi yang ribet”

“Jamak, lah. Pacar?”

Anjing! Basi banget! Apaan, sih?

“Pacar…”

Pff. Meledak sajalah segala petir yang paling bersemangat se-Jakarta!* Nggak tahan! Nggak Adil! Jangan menggantung kalimat seperti itu.

“Ah…” Dua orang muda terdengar menarik nafas.

That’s it, Adi! Enough!
*

Mimosa Kuli Sejati!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 07-09-2009

Tags:

BuRuLiSign

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

#04. Mimosa Kuli Sejati!

Selamat pagi Muuum!! Selamat pagi Daaad!! Selamat pagi semua!

Senin pagi. Mimosa Si Autis Tea* meluncur dengan kendaraan merah 02 menuju wilayah kampusnya. Uhuy! Depok! Burung-burungpun memberikan salam… la la la la… na na na na! Bagaimanapun kuliah disini bukan pilihannya, tapi Mimosa nggak suka berenang di dalam kesedihan saja. Nikmati, dunk! Nikmati sebisamu semaksimal mungkin semua siksaan ini! Uh, apa boleh buat aku telah terjebak dalam sebuah kesegaran kampus bernuansa hutan. Demikian Mimosa. Pada menit, detik, jam kemudian hari-hari berikutnya Mimosa sering lupa kalau itu semua bukan pilihannya. “Seorang kawan pernah bilang, ini semua seperti kebohongan yang diteriakkan terus menerus, suatu hari jadi terdengar seperti sebuah kebenaran sejati” *

BuRuLiTeater-sastra-UI-1Mimosa cinta kampusnya pagi hari. D3 Bahasa memang kuliah sore, tapi melewatkan bau embun hutan UI? Uuu!! Rugi!! Komat-kamit menghapalkan bahasa antah berantah langkap dengan nada-nada yang mirip mantra. “Wo Ai Ni! “ Mimosa ngakak. Membayangkan seorang Jet Li membawakannya seikat peony pada suatu hari. Mau dong dipinang Jet Li. Ha ha! Ada yang lengket menyiksa di bawah telapak sepatunya. Tanah merah hutan kampus tercinta. Tercinta? Aha. Apa boleh buat. Mimosa mulai menyukai wilayah jaring laba-labanya. Pernah pada suatu hari Mimosa hanya datang untuk jalan-jalan. Dasar Autis Tea!

Buat semua orang mungkin paling enak nongkrong di kantin sastra. Sebagian lagi memilih perpustakaan sastra yang menurutnya paling nggak ramah di seluruh dunia. Mohon maaf. Tapi itu adalah pendapatnya. Nah, buat Mimosa yang Autis Tea? DPR! Di bawah pohon rindang kampus dekat sebuah kawah* tempat anak-anak nyeni maupun orasi. Di situ ia bersama Wasis -seorang sahabatnya- sering menghabiskan waktu berdua. Ngobrol. Ketawa. Menyeberangi sisi kawah yang satu untuk menuju ke sisi lainnya hanya dengan satu alasan sederhana. Ingin saja. Tentang Wasis, Wiwid pernah membuatnya demikian cemburu karena berhasil memikat dia. Kau menculik sahabatku! Demikian Mimosa.

Kenapa harus merasa kehilangan? Mereka cuma pacaran. Itu saja. Nggak memusuhimu. O,ya? Tapi itu membuat aku merasa sendirian. Kata siapa? Ya Kata siapa.

Tapi kok rasanya begitu, ya?
*

Kampus, Neh?

2

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 06-09-2009

Tags:

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

BuRuLiSign

#03. Kampus, Neh?

Gara-gara cinta masuk juga Mimosa ke dalam jaring laba-laba yang sumpah suer bukan pilihannya. Tapi ini tak ada hubungannya dengan UMPTN yang demikian menyiksa. Dia masuk D3. Sangat wajar dan masuk akal mengingat Mimosa yang tak belajar pada awalnya dan minat yang cuma seperempat dari segala keinginannya. Gombal. Dia akhirnya jadi punya andil dalam menentukan pilihan jurusannya. D3 Bahasa Cina. Bahasa Cina? Bwahahaha!! HA HA! Selamat menikmati kerumitan hidup berikutnya. Tapi kan seksi? Bukan seksi. Trendy. Bahasa Cina kalau bisa dikuasai menjanjikan banyak duit. Seperti cita-cita orang banyak yang dipaksajejalkan mereka kedalam kepalanya. Hore! Aku sudah resmi jadi pelacur!

Ngomong-ngomong soal pelacuran. Mimosa memang pernah melakukannya pada suatu malam yang menegangkan. Bayangkan:

ria sastra UI2Ini inisiasi, dikelilingi oleh para senior dengan wajah yang sumpah sama sekali tak berseri. Meskipun engkau adalah seonggok Mimosa, tetap saja engkau ingin selamat dari sebuah peristiwa pembakaran semak belantara. Ini memalukan. Tapi terjadi. Engkau berusaha berakting menjadi adik kelas paling baik, paling tertib, tak bakal membuat onar dan selalu berusaha berbuat benar. Bodohnya kau saat itu Mimosa! Kau dipaksa-paksa mengakui bahwa kau sungguh ingin menjadi satu diantara mereka. Menghapalkan sederet kata kunci dibawah caci dan maki. Lawan Mimosa! Ada yang berdesakan di dalam kepala dan dada. Tapi Mimosa menurut saja. Malam itu Mimosa resmi menjadi wanita tuna susila!

Kalau kau mau selamat, ikuti kata seniormu dan dosenmu!

Anjing! Kembali tak boleh memiliki kehidupanku sendiri. Tapi Mimosa Autissia memang pernah menjadi perempuan bodoh. Memilih untuk nggak berdaya? Menganti segumpal mimpinya sendiri dengan cita-cita entah milik siapa. Yuk, kuliah lalu bekerja. Jadilah orang kaya! Kaya? Maksudmu kaya yang seperti apa?

Ini kampus, neh? Mimosa Autissia, tersesat di dalamnya
*

Kampus, Bo!

2

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 05-09-2009

Tags:

BuRuLiSign

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

Baca sebelumnya…

#02. Kampus, Bo!

Ih, norak! Tapi sumpah Mimosa pernah bahagia masuk ke sebuah jebakan spiderman bernama kampus. Kampus, bo! Meskipun kampus yang dimasukinya ini bukan kampus impian… Sama sekali bukan. Sekali lagi masalah ini ada hubungannya dengan Read the rest of this entry »

So Far So Good So What, Gitu Lho !!!

1

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 05-09-2009

Tags:

BuRuLiSignNOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

Sekadar saran, akan lebih baikbaca dulu “Ini Bukan Pengantar | Note: Tunggu Aku!”
—————————————–

#01. So Far So Good So What, Gitu Lho !!!

Uhuy!

Cewek kacau. Tak pernah ada bedak nempel di mukanya. Tapi selalu bersih dan wangi. Mimosa. Nama yang demikian berduri. Barangkali saja diambil dari salah satu jenis perdu, tepatnya putri malu. Secara lengkap dalam latin namanya memang mimosa pudica. Dicurigai sang ibu yang selalu menjumputi benih bunga-bunga liarlah yang secara sengaja menamainya. Mimosa kerap mengakunya bunga rumput liar jadinya, padahal hidupnya demikian terjadwal. Identitasmu tak total! Kalaupun kau bunga rumput liar maka kau cuma tumbuh di halaman saja. Demikian kata teman-teman. Ih, sirik. So far so good so what, gitu lho! Ketimbang di Read the rest of this entry »

Ini Bukan Pengantar | Note: Tunggu Aku!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 05-09-2009

Tags:

BuRuLiSign#00. Ini Bukan Pengantar

Saya kira, anda sama seperti saya, malas membaca (kata) pengantar. Ini bukan pengantar. Ini cerita sendiri untuk sebuah kisah yang kami tulis bersama.

Kisah yang kami tulis entah tergolong memoar atau apa. Karena cukup letih berdebat berdua, kemudian kami sepakati satu istilah yang entah benar atau keliru: long-short-story.

Istilah itu muncul ketika kami sedang asyik-asyik memimpikan Read the rest of this entry »