Narsis, Yuk!

0

Posted by Syam | Posted in long-short-story | Posted on 14-09-2009

Tags:

BuRuLiSign

NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]

#10. Narsis, Yuk!

Uhuy!!

It’s time to love your self so much! O, dear my self…You drive me crazy! Anjiiiing!! Mimosa bahagia banget. Sangat bahagia sampai nyaris keterlaluan. Guk guk guk. Ha ha! God, kuasai dirimu sedikit, Mimosa!

Well, gimana gak bahagia. Sekarang hari-hari jadi milikku. Aku yang punya waktu! Aku yang atur! Aku nikmati semauku! Ow, sedapnya!

Panggung, panggung dan panggung.

Tap! Tap! Tap!

BuRuLi PentasMimosa ikut audisi. Ia telah memilih peran pelacur untuk audisinya, tapi malahan dipilih jadi ibu. Hah, gak salah? Tentu nggak. Pelacur segendut itu gak akan laku! Gak akan ada! Ha ha..tapi siapa bilang? Bukankah itu cuma soal selera?

Gubraks!

Ya sudah. Dia jadi ibu. Jadi apa sajalah… yang penting ia bisa main dengan mereka semua. Uh, panggung! Mimosa panas panggung. Mencari karakter sampai memaki diri sendiri. Bodoh kau, Mimosa! Mana karakter ibu yang dibutuhkan?

Mimosa nungging ngeden di kamar kos seorang kawannya. Nyonya Sun!* Kau harus menjadi Nyonya Sun! Kau bukan Mimosa saat ini sayaaangg!!! Iya, sih. Tapi kok susah banget, ya? Uaaa!!

Nyut…nyut…nyut.

Kepala Mimosa berdenyut pusing menyebalkan sekaligus menyenangkan. Dzing! Ia membawa naskahnya kemana-mana. Ada rasa sakit yang membuat ingin. Apakah ini seperti…GLEPOK!! Stop Mimosa. Belum saatnya. Maksudnya belum saatnya berkhayal, pahami dulu naskahnya.

Ya ampun, Mimosa…

Itu kaca, bukan laki-laki! Ya! Tapi aku butuh lawan bicara. Tapi peranmu ibu dan bukan kekasih. Ya, memangnya seorang ibu nggak bisa menyayangi?

Goblokkk… Mimosa kamu lambat, deh! Bukan begitu tapi aktingnya.

O.. bukan, ya?

Kalau bukan lalu bagaimana?

Ah, Mimosa!

Ada kerusuhan nikmat di dalam kepalanya!
*

Write a comment