
NOTE: TUNGGU AKU!
Long-short-story Pulung Amoria Kencana dan Syam A Radjam
BAGIAN I: MIMOSA AUTISSIA [Jatah BuRuLi]
#14. Laut!
Wush…
Malam, angin dan bintang. Nggak ada alasan untuk menjadi nggak riang. Bunyi gitar. Lagu-lagu. Kawan-kawan. Kenapa harus muram?
Tapi…
Hush!
Gak ada tapi-tapi. Hidup harus berlanjut. Pasti ada maksudnya kalau Tuhan tak membuatmu bersama dia.
Kalau tak bersama dia lalu bersama siapa?
Bwahaha!
Emang cuma satu lelaki di dunia?
Bukan begitu…
Kau tahu maksudku, kan?
Ya!
Wush!
Malam, angin dan bintang! Nggak ada alasan untuk nggak menjadi riang. Mimosa bernyanyi juga. Menari menggoyangkan pinggulnya. Tapi di sudut sana ada air matanya. Ugh! Menyebalkan!
Menyebalkan?
Siapa bilang? Itu natural, setiap orang yang kena sakit cinta pasti demikian.
Masa?
Iya!
Wah…
CINTA MENYEBALKAN!
Nggak juga!
Buktinya?
Nah, lho!
Nggak tau, ya…
Tapi rasanya ada yang hilang dalam dada. Sesuatu yang harusnya diletakkan disitu. Sepotong puzzle . Tahu, kan? Teka-teki gambar yang sering disusun anak TK. Kalau hilang satu saja, jadi menyedihkan wajah gambarnya.
Aku harus menemukan puzzle ku!
*
