Nyoh!
: Nyoh Swasthipadma
Nyoh! Aku dijangkit melow! Pinjam bahumu. Ingin kurajang sisa tangis di sana. Sebagian sudah terbuang di kamar mandi. Bercampur air rendaman pakaian berbau basi. Sebagian sepi sudah terlipati. Bertumpuk segepok lemari, terkurung kamar yang tak lagi pernah tertiduri. Sudah sukar terambil lagi. Tapi masih butuh bahumu. Kau bilang, emas bukan di puncak. Katamu, ia berada di ujung. Tentang itu aku tak peduli, Nyoh. Sewaktu-waktu kubutuh bahumu… tolong pinjami lagi.
[SyamAR; Cijapun 18 Agustus 2009]

bahuku?
andai dapat, kuberikan saja, agar dapat kau gunakan sewaktu waktu, dan sepi yang terlipat itu beringsut pergi dan berlalu.
terima kasih Yuk Imut…