Posted by Syam | Posted in sound likes a poem (but not!) | Posted on 13-08-2009
Catatan Syam (1)
Ada satu pelukanku yang kuperam, kuintip tiap malam bahwa ia hampir matang. Satu pelukan lekat dekat bayang rumah kayu bertaman kecil. Satu pelukan paling matang; untukmu.
(Syam; Prabumulih 12-12-2004/ 09:50:54 pm)
Catatan Syam (2)
Kuiris tipis bulan untuk kubawa berjalan. Simpankan tiga perempatnya, tanda mata dari langit yang menjodohkan kita.
(SyamAR; Prabumulih, 23-12-2004/ 12:57:54 am)
