Lelaki Tua di Tepi Telaga | Kisah Peri Buluk

1

Posted by Syam | Posted in Gumam | Posted on 07-04-2011

Lelaki tua di tepi telaga
Duduk menanti pendar satu peri
Ia simpan satu rahasia
Sekeping hati terbawa mati

[sebuah cetusan setelah membaca novel fantasi anak "Peri Buluk" Karya Benedicta Hanna. Hal. 171, dst]

Tes Autoplay 4Shared

0

Posted by Syam | Posted in Uncategorized | Posted on 26-12-2010

Ponsel yang Ia Benci!

1

Posted by Syam | Posted in catatan sekadarnya | Posted on 07-11-2010

Tags:

Ponsel yang Ia Benci!
: Catatan Kecil BuRuLi

“Aku benci ponsel!”

Demikianlah. Ia kerap mematikan ponselnya sampai membuat semua orang, yang barangkali nyaris se-Indonesia sulit menghubungi dia. Tentu saja ada seseorang yang paling istimewa bentuk kepanikannya: Dang Perempuan!

: Biip!
“Kenapa dimatikan? Aku kan kangen? Hiks! Hidupin, dooong!!”

:Biip!
“Kamu ada dimana, sayaaanggg…” Read the rest of this entry »

Karena Debu

3

Posted by Syam | Posted in Gumam, catatan sekadarnya | Posted on 31-08-2010

Tags: ,

(1)
Karena kau air mata,
Aku butir debu
Partikelku mengikat titikmu

* ini prinsip dasar dalam fisika, ‘Ia.
[mimo&trots]

Hampir pecah sudah puasa saya! Bila tak punya halaman pribadi ini, bisa-bisa puasa ngeblog di Read the rest of this entry »

Sublimasi Ketololan

0

Posted by Syam | Posted in Gumam, catatan sekadarnya, sound likes a poem (but not!) | Posted on 29-08-2010

//blog.mlive.com/chronicle/2007/12/Jeff_King.jpg

sublimasi, image dioprek dikit dari sumber aslinya http://blog.mlive.com/chronicle/2007/12/Jeff_King.jpg

Sublimasi Ketololan

[1]
Aku adalah bocah yang ingin mengetapel jatuhkan bulan
Agar pungguk tak lagi kurang kerjaan

[SyamAR; Cibadak, 15 Jan 2010]

[2]
Semasa bocah kami kenal sejenis kumbang
Kepalanya kami puntir berpisah dengan badan
Sang Kumbang meraung macam gasing
Dalam tolol bocah, kami kira dia menari

[3]
Di kehidupan berikutnya aku jadi pacat saja
Makan, gendut, lalu puasa.

[4]
Sudah tak salah nyamuk pendemam berdarah
Tuhan tak ciptakan dia pengudap daun penggerogot buah

* [2], [3], [4] *
[SyamAR; Ciawi, 15 Jan 2010]

[5]
Terkenang gelak seorang sahabat,
Kalau pun kami menjadi katak
Dalam tempurung pun tak apa,
Asal tak sendiri, selalu bersama

[SyamAR; LeBul, 16 Jan 2010]

Pamflet Cinta Pada Empon-empon

4

Posted by Syam | Posted in Gumam, catatan sekadarnya | Posted on 23-08-2010

Tags: ,

Pamflet Cinta Pada Empon-empon

Oo, empon-empon
Tentang rasa yang kupunya, kau abaikan saja
Oo, empon-empon,
Ku tak patah hati, meski tlah kusangka
Kau tak membalasnya

Kubiarkan saja, bertumbuhlah liar
Di kebun sayurku, menarilah bersama
Kupu-kupu kuning kunyit
Hingga surya menua sendiri

empon-empon di tepi hutan, gambar comotan dari blog orang

empon-empon di tepi hutan, gambar comotan dari blog orang

Racau yang saya namai Pamflet Cinta di atas, berikut dengan musikalisasi (asal genjreng) sepanjang 2 menit 40 detik, baru saja saya tulis malam ini. Tak garang. Saya lebih nyaman menamainya marsmellow!

Saya hanya sedang terkenang petak empon-empon atau tumbuhan rimpang-rimpangan, banyak juga menggolongkannya sebagai javanese spices. Jahe dan kencur yang saya tanam. Petak itu, arah 0 derajad jika jendela dan si ijo alat saya mengetik adalah kompas. Cuma menyeberang sawah dari pondok bambu tempat saya berlindap.

Ini adalah kisah kegagalan petani malas. Awal 2008, kami berencana menandur Read the rest of this entry »

Belahan Pantat, Apa Kabarmu?

9

Posted by Syam | Posted in catatan sekadarnya | Posted on 16-08-2010

Tags: ,

Di radio lokal, terdengar seseorang meminta diputarkan satu lagu. Biasa. Pakai titip salam titip ucapan. “Spesial untuk belahan jiwaku,” katanya.

Radio disetel kencang dari “Rumah Dua”. Pondok yang kudiami sendiri kami namai “Rumah 1″. Di pondok bilik bambu saya sedang terlibat beberapa percakapan maya pakai Yahoo! Messenger (YM!).

“Ah, belahan jiwa!” Terilhami ucapan di radio, saya ubah status YM!, jadi… “Belahan pantat, apa kabar?”

Status yang membuat saya panen protes, dikira saru. Saat suasana sedang bulan Ramadhan pula.

Read the rest of this entry »

I Don’t Believe You! | Suatu Ketika di Rubiah

0

Posted by Syam | Posted in (mirip) catatan perjalanan | Posted on 13-08-2010

Tags: , ,

pribadi)

Satu pemandangan Rubiah, bukan Senja di Pelabuhan Kecil (dok: pribadi)

Rubiah. Hanya seluas 50 hektar. Separuh milik pemerintah. Separuh kepunyaan satu keluarga. Tersembunyi tenang dipelukan teluk kecil Pulau We, Nanggroe Aceh Darussalam. Tersembunyi tenang pula di sana sebuah taman laut.
Kalau tak karena undangan dan kebaikan seorang sahabat karib, belum tentu saya sempat bersembunyi ke pulau ini.

Pangkal pekan itu, hanya ada beberapa penyembunyi yang datang. Saya dan teman. Sepasang Australia yang sedang membangun pondok. Seorang Jerman bernama Jurgen yang berbadan raksasa, demi diet ia makan hanya sekali sehari, dan berusaha mendapat ikan dari hasil pancingan sendiri. Tapi mirip selalu gagal.

Teman lain, satu perempuan Finlandia mengaku mengenalkan namanya dengan bunyi A-yu-ni. Selebihnya, penghuni asli pulau. Salah satunya yang kelak cukup akrab adalah Read the rest of this entry »

Nday & Monster Permen Karet [Seri Cik&Nday]

1

Posted by Syam | Posted in cerita anak | Posted on 03-08-2010

Tags: , ,

Nday & Monster Permen Karet [Penggalan Novel Anak | Versi Cerpen]
Oleh: Syam dan BuRuLi

Permen karet! Benda yang berhasil membuat bingung Ndayang. Dia senang, tapi juga sebal karenanya.

Sejak 5 hari lalu dia terpaksa membuang jauh-jauh keinginan untuk mengunyah permen karet. Tak lagi tampak sebuah balon permen karet di depan mulut gadis kecil yang tak lama lagi akan merayakan ulang tahunnya yang ke-5.

Hari menjelang petang. Dari ujung desa terdengar orang mengaji di mesjid. Sebentar lagi bang waktu sembahyang asar terdengar. Ndayang berdiam diri saja di depan jendela kaca. Jendela sebesar gajah di sisi kiri rumah kayu mereka. Sambil memilin rambutnya yang terikat dua seperti seorang pahlawan indian, Ndayang mengkhayal.

Khayalan tentang manis permen karet dan kesenangan ketika berhasil meniupnya menjadi balon raksasa. Selanjutnya ia akan terbang bersama balon permen karet. Mengitari dunia. Melihat banyak tempat dan banyak warna yang belum tertemui.

Sayang nian Read the rest of this entry »

*Membeli Jeruk-jeruk*

0

Posted by Syam | Posted in sesurat | Posted on 03-08-2010

*Membeli jeruk-jeruk* adalah tato yang kita gurat di mimpi. Ia adalah 1000 doa bersemangat yang jatuh bersama daun-daun pada sebuah musim gugur. Perpisahan adalah lorong panjang dengan kelokan-kelokan bernama pertemuan mimpi-mimpi di sepanjangnya dan berujung pada perpisahan abadi. *Membeli jeruk-jeruk* adalah satu dari sedikit rahasia yang kita punya.